Ayat
ini merupakan seruan dan peringatan keras kepada kaum Muslimin
(pasca-Uhud) agar tidak menaati hasutan atau nasihat dari
orang-orang kafir, karena ketaatan tersebut akan menyebabkan mereka
kembali murtad dan merugi.
|
Kata
|
Jenis
Kata
|
I'rab (Kedudukan)
|
Penjelasan
|
|
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
|
Nidā'
|
Jumlat
Nidā'iyyah
|
Seruan
standar kepada orang beriman.
|
|
إِنْ
|
Huruf
Syart
|
Haraf
Syart (jāzim)
|
Huruf
syarat yang men-jazm-kan dua fi'il.
|
|
تُطِيعُوا
|
Fi'il
Mudhāri' + Dhamir
|
Majzūm (Kedudukan Jazm)
|
Fi'il
Syart.
Tanda jazm-nya ḥadzf
an-nūn. وا adalah Fā'il.
|
|
الَّذِينَ
|
Isim
Maushul
|
Mabni
'Ala Al-Fath fi mahalli Nashab
|
Maf'ulun
Bih bagi تُطِيعُوا.
|
|
كَفَرُوا
|
Fi'il
Mādhī + Dhamir
|
Fi'il dan Fā'il (وا).
|
Shilah
Al-Maushul bagi الَّذِينَ.
|
|
يَرُدُّوكُمْ
|
Fi'il
Mudhāri' + Dhamir
|
Majzūm (Kedudukan Jazm)
|
Jawab
Syart (Konsekuensi
pertama). Tanda jazm-nya ḥadzf
an-nūn. كُمْ adalah Maf'ulun
Bih.
|
|
عَلَىٰ
أَعْقَابِكُمْ
|
Haraf + Isim (Mudhaf)
+ Dhamir
|
Syibhul
jumlah yang muta'alliq dengan يَرُدُّوكُمْ (mengembalikan
kalian ke
belakang/murtad).
|
|
|
فَ
|
Huruf
'Athaf
|
Fā'
As-Sababiyyah (Sebab-Akibat)
|
Menunjukkan
konsekuensi langsung dari kemurtadan.
|
|
تَنْقَلِبُوا
|
Fi'il
Mudhāri' + Dhamir
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Fi'il
Mudhāri' Manshub oleh أَنْ yang
tersembunyi setelah فَاءُ
السَبَبِيَّةِ (atau
dianggap Majzūm yang
di-'athf).
Tanda nashab-nya ḥadzf
an-nūn. وا adalah Fā'il.
|
|
خَاسِرِينَ
|
Isim
Fā'il
|
Manshub (Kedudukan Nashab)
|
Ḥāl (Keterangan
Keadaan) dari وا (Kalian
kembali dalam
keadaan merugi).
Tanda nashab-nya yā'.
|
📝
Catatan
Penting Mengenai I'rab:
Jazm
pada Jawab Syart: Fi'il يَرُدُّوكُمْ Majzūm karena
ia adalah Jawab
Syart langsung
dari إِنْ.
I'rab
Tanqalibū (تَنْقَلِبُوا): Terdapat
dua pandangan utama:
Manshub: Paling
kuat, karena didahului oleh Fā' As-Sababiyyah (diartikan
sebagai jawaban kausal dari Syart) yang
men-nashab-kan fi'il
mudhāri' dengan an tersembunyi.
Majzūm: Dianggap
di-'athf pada Jawab
Syart (يَرُدُّوكُمْ),
sehingga ia juga Majzūm.
Namun, status Nashab lebih
sering digunakan pada kasus Fā'
As-Sababiyyah yang
merupakan jawaban dari Syart atau Nafyi.
Ḥāl
(خَاسِرِينَ): خَاسِرِينَ adalah
kata majemuk yang menjelaskan keadaan Fā'il (وا)
saat terjadi pembalikan (kemurtadan), yaitu dalam keadaan merugi
total (di dunia dan akhirat).